πŸ“Š LAPORAN KINERJA KEUANGAN & KOLEKTABILITAS KOPMA TAHUN 2025

πŸ” Ringkasan Eksekutif

Secara keseluruhan, KOPMA menunjukkan kinerja keuangan yang beragam antar kantor, dengan likuiditas dan kecukupan modal yang kuat, namun profitabilitas dan kualitas pembiayaan masih perlu ditingkatkan. Beberapa kantor seperti Mojokerto memerlukan perhatian khusus terkait kerugian dan tingginya NPF.

πŸ“ˆ I. ANALISIS RASIO KEUANGAN

Rasio Standar Sehat Kinerja Konsolidasi Kantor Terbaik Kantor Perlu Perhatian
Cash Ratio 10–20% 35,62% (Likuiditas Tinggi) Kiringan (30,05%) Sungelebak (17,63%)
FDR β‰₯80% 40,98% (Rendah) - Semua kantor di bawah standar
ROE β‰₯24%/tahun 5,01% (Rendah) Sungelebak (53,35%) Mojokerto (-5,14%)
CAR 10–15% 31,89% (Modal Kuat) Pusat (27,31%) Sumberwudi (16,28%)

🎯 II. PENCAPAIAN TARGET RK (RENCANA KERJA)

Kantor Target Pendapatan Target Biaya Target SHU Keterangan
Pusat 100,21% βœ… 143,63% ⚠️ 20,44% ❌ Biaya melebihi target, SHU rendah
Mojokerto 126,80% βœ… 164,03% ⚠️ -87,38% ❌ Rugi, biaya tidak terkendali
Sungelebak 107,61% βœ… 114,92% ⚠️ 100,31% βœ… SHU sesuai target
Sumberwudi 137,04% βœ… 144,74% ⚠️ 126,51% βœ… Pendapatan & SHU baik
Kiringan 93,37% ❌ 97,41% βœ… 88,66% ⚠️ Pendapatan di bawah target
Konsolidasi 105,92% βœ… 125,62% ⚠️ 76,40% ⚠️ Biaya perlu dikendalikan

πŸ“‰ III. KOLEKTABILITAS PEMBIAYAAN (KUALITAS PINJAMAN)

Kantor Lancar DPK NPF Risiko
Pusat 90,16% βœ… 3,64% βœ… 6,20% ⚠️ NPF di atas standar (3%)
Mojokerto 65,98% ❌ 20,05% ⚠️ 13,96% ❌ Risiko tinggi, kolektabilitas rendah
Sungelebak 75,66% ⚠️ 10,14% ⚠️ 14,20% ❌ NPF sangat tinggi
Sumberwudi 81,92% βœ… 10,42% ⚠️ 7,67% ⚠️ DPK & NPF perlu penurunan
Kiringan 73,83% ⚠️ 14,48% ⚠️ 11,69% ❌ NPF tinggi
Konsolidasi 83,81% βœ… 7,57% ⚠️ 8,20% ⚠️ Perlu penurunan NPF

🚨 IV. TITIK KRITIS & REKOMENDASI

Area Perbaikan Kantor Terdampak Rekomendasi
Profitabilitas Rendah Mojokerto, Pusat Tinjau ulang struktur biaya, optimasi pendapatan
NPF Tinggi Mojokerto, Sungelebak Perketat penagihan, evaluasi kebijakan pembiayaan
Biaya Melebihi Target Hampir semua kantor Implementasi pengendalian anggaran yang ketat
FDR Rendah Semua kantor Tingkatkan penyaluran pembiayaan yang sehat

πŸ“Œ KESIMPULAN

KOPMA berada dalam posisi likuid dan modal yang kuat, namun menghadapi tantangan dalam profitabilitas, pengendalian biaya, dan kualitas pembiayaan. Perlu strategi terfokus pada:

  1. Penurunan NPF melalui manajemen risiko kredit.
  2. Optimasi biaya agar sesuai dengan target RK.
  3. Peningkatan pembiayaan produktif untuk mendongkrak FDR.
  4. Intervensi khusus untuk kantor dengan kinerja kritis (terutama Mojokerto).