Artikel 01 -- E-Commerce Marketing
Social Media Marketing & Product Review terhadap Keputusan Pembelian di Shopee
Latar Belakang
Pergeseran perilaku konsumen dari offline ke online mendorong pentingnya strategi marketing digital. Konsumen sangat bergantung pada ulasan produk dan konten media sosial sebelum membeli di Shopee.
Tujuan Penelitian
Mengukur pengaruh social media marketing (X1) dan product review (X2) secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian (Y) mahasiswa UMT di Shopee.
Teori Utama
Consumer Decision-Making Process (Kotler & Armstrong, 2012), WOM Marketing (Ali Hasan, 2010), Social Media Marketing Framework (Gunelius, 2011)
Model Penelitian
Social Media Marketing (X1)
Product Review (X2)
-->
Purchase Decision (Y)
Y = 4.828 + 0.358X1 + 0.512X2 + e
Hipotesis
Ha1Social Media Marketing berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian DITERIMA
Ha2Product Review berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian DITERIMA
Ha3X1 & X2 simultan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian DITERIMA
Hasil Utama
66%
Variansi Y dijelaskan (R2=0.660)
91
Responden mahasiswa UMT
X1 (Social Media):t=4.153 > 1.987, sig.0.000, beta=0.373
X2 (Product Review):t=5.567 > 1.987, sig.0.000, beta=0.500
Kesimpulan
Kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan. Product Review lebih dominan (beta=0.500) dibanding Social Media Marketing (beta=0.373). 34% variansi masih belum dijelaskan.
Artikel 02 -- Educational Management
Motivation, Commitment, Work Engagement, & Job Satisfaction Guru SMA Swasta Metro Manila
Latar Belakang
Guru sekolah swasta menghadapi tantangan motivasi kerja yang kompleks. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi komitmen, engagement, dan kepuasan kerja guru yang perlu dipahami secara holistik.
Tujuan Penelitian
Mengukur tingkat motivasi, komitmen, work engagement, dan kepuasan kerja guru serta menentukan pengaruh antar variabel tersebut melalui SEM.
Teori Utama
Maslow's Hierarchy of Needs, Three-Component Commitment Model (Allen & Meyer, 1990), Utrecht Work Engagement Scale/UWES (Schaufeli et al., 2006), Job Satisfaction (Opatha, 2015)
Model Penelitian (SEM)
Motivation
-->
Org. Commitment
Work Engagement
Job Satisfaction
Job Satisfaction
-->
Org. Commitment
Work Engagement
Hipotesis
H1Motivasi (+) terhadap Komitmen Organisasi DITERIMA
H2Motivasi (+) terhadap Work Engagement DITERIMA
H3Motivasi (+) terhadap Kepuasan Kerja DITERIMA
H4Kepuasan Kerja (+) terhadap Komitmen & Engagement DITERIMA
Hasil Utama
1,098
Guru swasta Metro Manila
4.37
Mean motivasi intrinsik tertinggi
Komitmen Afektif:M=5.365 (tertinggi)
Dedikasi Kerja:M=5.116 (engagement)
Kepuasan Profesi:M=5.154 (tertinggi)
Kesimpulan
Motivasi secara signifikan mempengaruhi komitmen, engagement, dan kepuasan kerja guru. Kepuasan kerja juga berperan mediasi penting. Semua hipotesis terdukung oleh SEM.
Artikel 03 -- Human Resource Management
Affective Commitment, Job Satisfaction, Job Stress sebagai Prediktor Turnover Intention Karyawan Bank di Nepal
Latar Belakang
Tingginya turnover di sektor perbankan Nepal mengancam stabilitas organisasi. Memahami faktor pendorong turnover intention sangat penting untuk strategi retensi karyawan yang efektif.
Tujuan Penelitian
Menginvestigasi pengaruh affective commitment, job satisfaction, dan job stress terhadap turnover intention karyawan full-time di sebuah bank di Kathmandu.
Teori Utama
Theory of Planned Behavior, Three-Component Commitment Model (Allen & Meyer, 1990), Job Demands-Resources Model, Locke's Job Satisfaction Theory (1976)
Model Penelitian
Affective Commitment (-)
Job Satisfaction (-)
Job Stress (+)
-->
Turnover Intention
TI = 4.404 - 0.306(AC) - 0.460(JS) + 0.369(Stress)
Hipotesis
H1Affective Commitment berpengaruh (-) terhadap Turnover Intention DITERIMA
H2Job Satisfaction berpengaruh (-) terhadap Turnover Intention DITERIMA
H3Job Stress berpengaruh (+) terhadap Turnover Intention DITERIMA
Hasil Utama
47.6%
Variansi TI dijelaskan (R2=0.476)
282
Karyawan bank (81% response rate)
Job Satisfaction:beta=-0.460 (TERKUAT) sig.0.000
Job Stress:beta=+0.369, sig.0.000
Affective Commitment:beta=-0.306, sig.0.000
Kesimpulan
Ketiga hipotesis diterima. Job satisfaction adalah prediktor terkuat (-). Job stress meningkatkan niat keluar secara signifikan. Peningkatan kepuasan dan pengurangan stres = kunci retensi karyawan.
HALAMAN 01 / 02






































Analisis Komparatif & Kritikal -- Halaman 2
Perbandingan, Teori, & Kritik 3 Artikel
Sintesis metodologi, landasan teori, temuan kunci, dan keterbatasan penelitian
Dimensi Artikel 1 -- Social Media & Shopee Artikel 2 -- Teacher Motivation Manila Artikel 3 -- Turnover Nepal Bank
Research Problem Bagaimana SMM dan Product Review mempengaruhi keputusan beli di Shopee? Bagaimana motivasi mempengaruhi komitmen, engagement, dan kepuasan kerja guru? Faktor apa yang mendorong turnover intention karyawan bank di Nepal?
Metode Analisis Regresi Linear Berganda (SPSS v.25) Structural Equation Modeling (WarpPLS v.5) Multiple Regression Analysis (SPSS)
Sampel 91 mahasiswa UMT (kecil) 1.098 guru swasta Metro Manila (besar) 282 karyawan bank Kathmandu (sedang)
Desain Kuantitatif Cross-Sectional, Survei Kuantitatif Deskriptif-Kausal, Survei Kuantitatif Cross-Sectional, Survei
Kekuatan Model R2 = 66% (kuat) SEM fit indices baik; AVE > 0.50 R2 = 47.6% (sedang), F sig < 0.001
Variabel Dependen Keputusan Pembelian Online Komitmen, Work Engagement, Kepuasan Kerja Turnover Intention
Temuan Kunci Product Review (beta=0.500) lebih berpengaruh dari Social Media (beta=0.373) Motivasi intrinsik & affective commitment tertinggi; semua jalur signifikan Job Satisfaction (beta=-0.460) prediktor terkuat, diikuti Stress dan Commitment
Keterbatasan Utama Sampel sangat kecil, 1 universitas saja, hanya 3 bulan Hanya Metro Manila, tidak ada uji moderasi demografis Hanya 1 bank, 1 kota, tidak ada moderator organisasi
Landasan Teori -- Artikel 1
Consumer Decision Process (Kotler, 2012)
WOM Marketing Framework (Hasan, 2010)
Social Media Indicators (Gunelius, 2011)
Donni Priansa Consumer Behavior (2017)
Landasan Teori -- Artikel 2
Maslow's Hierarchy of Needs
Allen & Meyer Commitment Model (1990)
UWES -- Schaufeli et al. (2006)
Job Satisfaction -- Opatha (2015)
Landasan Teori -- Artikel 3
Theory of Planned Behavior (Ajzen)
Allen & Meyer Affective Commitment (1990)
Job Demands-Resources Model
Locke's Job Satisfaction Theory (1976)
Kritik Artikel 1 -- E-Commerce
Sampel hanya 91 orang dari 1 universitas -- generalisasi sangat terbatas secara nasional
Tidak ada uji asumsi klasik lengkap (normalitas, heteroskedastisitas) yang dilaporkan
34% variansi tidak dijelaskan, variabel lain (harga, kepercayaan) diabaikan
Penelitian 3 bulan tidak menangkap perubahan musiman atau dinamika kampanye promosi
Tidak menggunakan SEM -- tidak dapat menguji mediasi atau hubungan yang lebih kompleks
Konteks hanya Shopee -- tidak representatif untuk platform lain (Tokopedia, Lazada)
Kritik Artikel 2 -- Teacher Study
Hanya Metro Manila -- tidak representatif untuk seluruh Filipina atau Asia Tenggara
Purposive sampling dapat menimbulkan selection bias pada sekolah yang dipilih
Common method bias tinggi karena semua data dari self-report pada instrumen yang sama
Cross-sectional -- tidak bisa membuktikan kausalitas jangka panjang antar variabel
Tidak membandingkan sekolah negeri vs swasta padahal konteks motivasi sangat berbeda
Efek moderasi demografis (gender, senioritas, mata pelajaran) tidak diuji secara eksplisit
Kritik Artikel 3 -- Turnover Nepal
Hanya satu bank di satu kota (Kathmandu) -- tidak mewakili industri perbankan Nepal
Hanya affective commitment -- continuance dan normative commitment diabaikan padahal relevan
R2=47.6% -- lebih dari separuh variansi turnover intention belum terjelas (budaya, kebijakan?)
Tidak ada uji moderasi (kepemimpinan, budaya organisasi) sebagai variabel kontekstual
Cross-sectional design lemah untuk variabel dinamis seperti stres kerja dan niat keluar
Tidak ada perbedaan berdasarkan jabatan, lama kerja, atau divisi yang bisa mempengaruhi hasil
HALAMAN 02 / 02 -- REVIEW OF INTEGRATIVE BUSINESS AND ECONOMICS RESEARCH -- GMP PRESS 2020-2022